You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Pedagang Daging di Pasar Cipete Kembali Berjualan
photo Rudi Hermawan - Beritajakarta.id

Pedagang Daging di Pasar Cipete Kembali Berjualan

Setelah mogok berjualan, pedagang daging sapi di Pasar Cipete, Jakarta Selatan kembali berjualan, Kamis (13/8). Sebelumnya, para pedagang mogok berjualan selama empat hari sejak Minggu (9/8) hingga Rabu (12/8) kemarin.

Harganya masih mahal, belum ada perubahan, masih Rp 120 ribu per kilogram, jadi ya kita jalanin saja. Diharapkan harga segera kembali normal

Ngadimin (48), salah satu pedagang mengatakan, dirinya baru hari ini kembali berjualan, sesuai kesepakatan dengan seluruh pedagang. Hal tersebut dilakukan agar harga daging sapi kembali normal.

"Harganya masih mahal, belum ada perubahan, masih Rp 120 ribu per kilogram, jadi ya kita jalanin saja. Diharapkan harga segera kembali normal," kata Ngadimin di lantai 1 Blok A Los bdg, Kamis (13/8).

Pedagang Daging Sapi di Pasar Mayestik Masih Mogok Jualan

Masih tingginya harga daging sapi, tambah Ngadimin, berdampak sepinya jumlah pembeli, meskipun baru hari ini pedagang telah berjualan. "Masih sepi, karena harganya masih mahal, saya bawa 35 kilogram saja dari pagi baru laku 10 kilogram, biasanya sudah habis," ujarnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1177 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1153 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye929 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye919 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye840 personBudhi Firmansyah Surapati